Rieka Roslan Vs The Groove

Somasi, Buntut dari Perkara Rieka Roslan Vs The Groove  

Posted on

 ISISLIBelum menemukan jalan keluar, masalah yang dihadapi musisi Rieka Roslan dan The Groove terus bergulir hingga sekarang. Lagunya terus dibawakan tanpa persetujuan, kini Rieka Roslan melayangkan Somasi terbuka untuk grup musik The Groove.

Kronologi Masalah Rieka Vs The Groove

Dalam sebuah konferensi pers, Rieka menjelaskan bahwa adanya ketidakcocokan dengan managemen sudah sejak lama.

Hingga pada suatu hari, Rieka mengajukan permintaan agar The Groove bisa berjalan sendiri tanpa management. Dan nantinya pihak management bisa bergerak sebagai agensi yang menaungi mereka.

Tapi saat dirundingkan, nyatanya The Groove lebih memilih mempertahankan management dari pada usulan Rieka.

Dari pengakuan Rieka, mediasi telah banyak dilakukan baik secara personal hingga Lembaga Manajemen Kolektif WAMI. Hasilnya adalah hanya Rieka yang berjalan sendiri dengan manajemen yang berbeda dengan The Groove.

Nantinya mereka masih bisa bermain dan perform bersama satu panggung sebagai satu kesatuan grup musik.

Sayangnya, tak lama setelah keputusan itu Rieka justru mendengar kabar bahwa management berpesan agar ia tak sepanggung lagi. Dan keputusan sepihak inilah yang menyinggung Rieka sebagai vokalis dan dianggap sangat tidak profesional.

Puncak masalahnya ada di Desember 2022, saar Rieka melayangkan surat pada pihak manajemen The Groove dan WAMI.

Isinya adalah larangan pada The Groove untuk tidak membawakan semua lagu yang diciptakan dirinya. Surat serupa dilayangkan lagi pada April dan Mei tahun 2023 namun tidak ada tanggapan dan seperti tidak diindahkan oleh pihak The Groove.

Langkah tersebut diambil Rieka sebagai konsekuensi logis karena dirinya tidak lagi diizinkan manggung bersama The Groove.

 

Somasi, Bentuk Sikap Tegas Rieka

Ketika larangan itu tetap diabaikan oleh The Groove, akhirnya Rieka dengan tegas melayangkan Somasi terbuka pada bulan Juni 2023.

Dibuat terbuka agar pihak penyelenggara juga tahu poin-poin apa saja yang dilayangkan Rieka pada manajemen The Groove. Alasan lainnya adalah Rieka dan kuasa hukumnya merasa tidak tepat jika hanya manajemen The Groove yang tahu perkara ini.

Jika sampai Somasi ini tetap tidak diindahkan, pihak The Groove dan manajemen bisa tersangkut konsekuensi hukum.

 

Alasan Nekat Memberi Somasi

Hal pertama yang menjadi alasan kenapa Rieka melarang The Groove membawakan lagu ciptaannya sebenarnya simple. Yakni karena dari pihak mereka sendiri sudah tidak mau sepanggung dengan Rieka, maka ia berhak membawa kembali apa yang diberikan.

Faktor utama yang membuat ia tegas mengambil tindakan ini karena ada nilai personal di dalam lagu ciptaannya itu.

Pesan moral yang melekat pada diri Rieka membuat The Groove tak lagi berhak membawakan lagu ciptaannya. Lantaran secara sepihak memutuskan tak ingin lagi pentas satu panggung dengan Rieka.

Sang vokalis juga menyinggung soal nama The Groove yang masih digunakan lantaran nama ini dibuat bersama.

Tak masalah jika nama itu mau tetap digunakan meski dirinya sebagai founder sudah tak lagi ada di dalam. Yang terpenting, tegas ia katakan jangan sampai band itu membawakan lagu-lagu ciptaannya saat dirinya sudah tak diinginkan lagi.

 

Rasa Sedih yang Dirasakan Rieka

Jika melihat dirinya sebagai founder, wajar rasanya jika Rieka merasa sedih saat band yang ia gawangi terang-terangan menolak dirinya.

Mengatakan secara terbuka bahwa tak ingin lagi satu panggung dengan Rieka tanpa adanya perundingan jelas membuatnya sedih. Apa pun hasilnya nanti, Rieka sudah berusaha untuk mempertahankan haknya sebagai mantan vokalis. (redaksi: situs judi bola )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *